Artikel & Berita
Tingkatkan Kualitas Pelayanan, RS Santa Elisabeth Ganjuran Gelar IHT Implementasi Komunikasi Efektif
Rumah Sakit Santa Elisabeth Ganjuran menyelenggarakan In House Training (IHT) Internal Implementasi Komunikasi Efektif dalam Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) pada 25–27 Juni 2026. Pelatihan ini diikuti oleh tenaga kesehatan dan karyawan sebagai upaya meningkatkan kualitas komunikasi dalam memberikan pelayanan kepada pasien dan keluarga.Selama tiga hari pelaksanaan, peserta memperoleh empat materi utama, yaitu Komunikasi di Rumah Sakit Santa Elisabeth, Handling Complain, Sosialisasi Program Holistik, dan Peran PKRS dalam Program Nasional (Prognas). Seluruh materi disampaikan secara interaktif melalui paparan, diskusi, dan tanya jawab sehingga peserta dapat mengaplikasikannya dalam pelayanan sehari-hari.Direktur RS Santa Elisabeth Ganjuran menyampaikan bahwa komunikasi yang efektif merupakan salah satu kunci dalam menciptakan pelayanan yang berkualitas dan berpusat pada pasien."Komunikasi yang baik tidak hanya membangun kepercayaan pasien, tetapi juga mendukung keselamatan pasien dan meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit," ujarnya.Melalui kegiatan ini, RS Santa Elisabeth Ganjuran terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia guna mewujudkan pelayanan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada keselamatan pasien.
Artikel Terbaru Lainnya

Indikator Nasional Mutu Kepuasan Pasien
Sobat Elsa, yukkk kita lihat bagaimana kepuasan pasien di RS Santa ElisabethIndikator Nasional Mutu Kepuasan PasienKepuasan pasien menjadi salah satu indikator penting dalam menilai kualitas pelayanan rumah sakit. Secara nasional, standar indikator kepuasan pasien ditetapkan sebesar 76,61%. Hasil capaian Triwulan I menunjukkan hasil yang sangat baik dan melebihi target. Terlihat adanya tren peningkatan kepuasan pasien dari bulan ke bulan, yang menunjukkan bahwa pelayanan yang diberikan telah berjalan dengan baik dan memenuhi harapan pasien. 🌟✨ Upaya mempertahankan dan meningkatkan kepuasan pasien:Memastikan pelayanan sesuai standar operasional prosedurMonitoring hasil survei kepuasan pasien secara berkalaMenindaklanjuti masukan dan saran sebagai bahan evaluasiPenguatan budaya pelayanan prima kepada seluruh petugasMelalui komitmen perbaikan yang berkelanjutan, RS Santa Elisabeth terus berupaya menghadirkan pelayanan yang berkualitas, aman, dan berpusat pada kebutuhan pasien.“RS Santa Elisabeth — bersama memberikan pelayanan terbaik untuk kesehatan dan kepuasan pasien.” 💙- Komite Mutu dan PKRS RS Santa Elisabeth

Indikator Nasional Mutu Waktu Tanggap Komplain
Sobat Elsa, yukkk kita lihat bagaimana waktu tanggap komplain di RS Santa ElisabethIndikator Nasional Mutu Waktu Tanggap Komplain📌 Kecepatan Waktu Tanggap KomplainRS Santa Elisabeth terus berupaya memberikan pelayanan yang cepat dan responsif terhadap setiap keluhan pasien dan keluarga. Standar indikator ketepatan waktu tanggap komplain ditetapkan ≥80% secara nasional. Kabar baiknya, pada periode Januari hingga Maret 2026, capaian yang diperoleh mencapai 100% setiap bulan. Artinya, seluruh komplain yang diterima berhasil ditindaklanjuti sesuai standar waktu yang telah ditetapkan. Hasil ini menunjukkan komitmen rumah sakit dalam menghadirkan pelayanan yang tanggap, peduli, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.✨ Upaya yang terus dilakukan:Penguatan sistem penanganan komplainMonitoring dan evaluasi berkalaOptimalisasi tindak lanjut masukan pasien dan keluargaPerbaikan mutu pelayanan secara berkelanjutanDengan langkah tersebut, diharapkan kepercayaan pasien terhadap pelayanan rumah sakit dapat terus terjaga dan meningkat.- Komite Mutu dan PKRS RS Santa Elisabeth

Setiap tanggal 29 Juni, Indonesia memperingati Hari Keluarga Nasional. Momen ini bukan sekadar seremonial tahunan di kalender, melainkan sebuah pengingat besar: bahwa di dalam ruang-ruang kecil bernama rumahlah, fondasi kesehatan dan kesejahteraan sebuah bangsa sedang dibentuk.Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat, namun memiliki dampak terbesar. Keluarga sendiri memiliki 8 fungsi utama, di antaranya fungsi keagamaan, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosialisasi/pendidikan, ekonomi, dan pembinaan lingkungan. Ketika fungsi-fungsi ini berjalan optimal, maka derajat kesehatan keluarga akan meningkat secara signifikan.1. Rumah sebagai Pondasi Pertama Kesehatan FisikDi tengah gempuran makanan instan dan gaya hidup minim gerak (sedentary lifestyle), peran keluarga dalam menjaga kesehatan fisik menjadi sangat krusial. Kesehatan tidak dimulai dari ruang praktik dokter, melainkan dari meja makan rumah kita.Penataan gizi seimbang harus dipraktikkan langsung di tingkat rumah tangga melalui panduan porsi makan yang ideal. Menanamkan kebiasaan sehat dapat dimulai dari langkah-langkah kecil:Gizi Seimbang: Menyajikan makanan yang kaya serat dari sayur dan buah, serta membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL) demi mencegah risiko Penyakit Tidak Menular seperti diabetes dan hipertensi di masa depan (Kementerian Kesehatan RI).Makan Bergizi Isi PiringkuAktivitas Fisik Bersama: Meluangkan waktu di akhir pekan untuk jalan sehat atau membersihkan rumah bersama bisa menjadi solusi yang menyenangkan bagi seluruh anggota keluarga. Untuk menjaga kebugaran, orang dewasa direkomendasikan melakukan aktivitas fisik intensitas sedang minimal 150 menit per minggu.2. Kesehatan Mental: Menjadikan Rumah sebagai Safe SpaceSehat tidak hanya bicara tentang fisik yang bebas dari penyakit, tetapi juga mental yang sejahtera. Di era digital saat ini, tantangan kesehatan mental semakin nyata. Tingginya paparan media sosial sering kali memicu kecemasan dan stres, baik pada remaja maupun orang dewasa.Dalam menghadapi tantangan ini, dukungan sosial terkuat dan paling utama mutlak berasal dari hubungan internal keluarga yang erat serta suportif. Keluarga harus mampu menjadi tempat pulang yang aman (safe space) melalui:Komunikasi Efektif : Menyediakan waktu khusus tanpa distraksi gawai (misalnya saat makan malam) untuk saling bertukar cerita.Validasi Emosi: Mendengarkan keluh kesah anggota keluarga tanpa langsung menghakimi, sehingga anak atau pasangan merasa dihargai dan didukung penuh.3. Investasi Jangka Panjang untuk Generasi Bebas StuntingSalah satu fokus utama peringatan Hari Keluarga Nasional di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir adalah percepatan penurunan angka stunting. Pengasuhan pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang dilakukan secara optimal oleh keluarga adalah kunci utama melahirkan generasi emas yang cerdas dan sehat.Setiap kebiasaan baik yang dipupuk di dalam keluarga hari ini—mulai dari menjaga sanitasi, pemenuhan nutrisi, hingga stimulasi psikologis—adalah investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa."Keluarga adalah tempat di mana kehidupan dimulai dan cinta tidak pernah berakhir."Selamat Hari Keluarga Nasional! Mari mulai dari rumah, dari diri sendiri, dan dari langkah paling kecil hari ini demi mewujudkan keluarga Indonesia yang sehat, bahagia, dan tangguh.Daftar Pustaka:BKKBN: Panduan Implementasi 8 Fungsi Keluarga, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional.Kementerian Kesehatan RI: Pedoman Gizi Seimbang: Isi Piringku, Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat.WHO: Global Guidelines on Physical Activity for Health, World Health Organization.PKRS

Sobat Elsa, yuk kita lihat bagaimana upaya RS Santa Elisabeth dalam menjaga keselamatan pasien!indikator Nasional Mutu Pencegahan Risiko Pasien Jatuh🚶 Pencegahan Risiko Pasien JatuhKeselamatan pasien merupakan prioritas utama pelayanan di RS Santa Elisabeth. Salah satu upaya penting yang dilakukan adalah mencegah risiko pasien mengalami jatuh selama menjalani perawatan. Indikator kepatuhan upaya pencegahan pasien jatuh memiliki target 100% secara nasional.Kabar baiknya, pada Triwulan I Tahun 2026 capaian mencapai 100%, sesuai dengan standar yang ditetapkan. Hasil ini juga konsisten dengan pencapaian sepanjang tahun 2025. Hal ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan risiko jatuh telah dilakukan secara optimal dan berkesinambungan.Langkah yang terus dilakukan untuk menjaga keselamatan pasien:· Melakukan pengkajian risiko jatuh pada seluruh pasien rawat inap sejak awal masuk perawatan. · Melakukan asesmen ulang secara berkala sesuai kondisi pasien.· Menjalankan tindakan pencegahan sesuai standar operasional prosedur (SOP).· Melakukan sosialisasi dan penguatan edukasi kepada petugas melalui briefing dan staff meeting secara rutinDengan komitmen bersama, RS Santa Elisabeth terus berupaya menghadirkan pelayanan kesehatan yang aman, berkualitas, dan berorientasi pada keselamatan pasien.💙“Keselamatan pasien adalah prioritas, kualitas pelayanan adalah komitmen kami.” - Komite Mutu dan PKRS RS Santa Elisabeth

Sobat Elsa, yuk kita lihat bagaimana upaya RS Santa Elisabeth dalam menjaga kepatuhan kebersihan tanganIndikator Nasional Mutu Kepatuhan Kebersihan TanganKepatuhan Kebersihan TanganKebersihan tangan merupakan langkah sederhana namun sangat penting untuk mencegah penyebaran infeksi di lingkungan rumah sakit. Karena itu, RS Santa Elisabeth terus mendorong tenaga kesehatan untuk selalu menerapkan kebersihan tangan sesuai standar. Target kepatuhan kebersihan tangan ditetapkan adalah ≥ 85% secara nasional.Pada Triwulan I Tahun 2026, capaian yang diperoleh sangat baik: Januari : 96,48% Februari : 95,22%, Maret : 96,44%. Hasil ini menunjukkan bahwa kepatuhan kebersihan tangan tenaga kesehatan telah melampaui standar yang ditetapkan. Capaian ini juga sejalan dengan hasil sepanjang tahun 2025 yang telah mempertahankan standar dengan baik. Upaya yang terus dilakukan RS Santa Elisabeth antara lain : Meningkatkan kepatuhan tenaga kesehatan melalui edukasi dan penguatan budaya keselamatan pasienSosialisasi rutin melalui briefing, poster edukasi, dan pelatihanBekerja sama dengan Komite PPI (Pencegahan dan Pengendalian Infeksi) untuk pelatihan serta audit kepatuhan kebersihan tangan secara berkalaMelalui langkah ini, rumah sakit berkomitmen menciptakan pelayanan yang lebih aman, bersih, dan berkualitas bagi seluruh pasien.- Komite Mutu dan PKRS RS Santa Elisabeth

Kehamilan merupakan proses alami yang membawa banyak perubahan pada tubuh ibu. Sebagian besar keluhan yang muncul selama kehamilan merupakan hal yang normal, namun ada beberapa kondisi yang menjadi tanda bahaya dan memerlukan penanganan medis segera. Selain itu, ibu hamil juga perlu menjaga kesehatan fisik dan mental agar kehamilan berjalan dengan baik, salah satunya melalui prenatal yoga. Tanda Bahaya Kehamilan yang Perlu DiwaspadaiIbu hamil perlu segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami beberapa kondisi berikut:Mual dan muntah berlebihan, hingga tidak dapat makan dan minum, yang dapat menyebabkan dehidrasi dan kekurangan gizi. Demam tinggi (≥38°C) yang dapat menjadi tanda adanya infeksi dan berisiko bagi ibu maupun janin. Pergerakan janin berkurang, yaitu kurang dari 10 kali dalam dua jam, yang dapat menandakan janin mengalami gangguan. Pembengkakan pada wajah, tangan, dan kaki, terutama jika disertai pandangan kabur dan nyeri ulu hati, karena dapat menjadi tanda preeklampsia. Perdarahan saat kehamilan, baik sedikit maupun banyak, yang dapat menandakan keguguran atau komplikasi kehamilan lainnya. Air ketuban pecah sebelum waktunya, yang dapat meningkatkan risiko infeksi dan persalinan prematur. Keluhan yang Umum Dialami Ibu HamilSelain tanda bahaya, beberapa keluhan yang sering dialami ibu hamil antara lain nyeri punggung bawah, nyeri panggul, kram kaki, sulit tidur, sesak napas ringan, sembelit, serta stres dan kecemasan. Keluhan tersebut umumnya terjadi akibat perubahan hormon dan perubahan postur tubuh selama kehamilan. Prenatal Yoga untuk Kehamilan yang SehatPrenatal yoga merupakan latihan yang dirancang khusus untuk ibu hamil dengan menggabungkan gerakan tubuh, teknik pernapasan, relaksasi, dan meditasi. Latihan ini bertujuan untuk menjaga kebugaran selama kehamilan, mengurangi ketidaknyamanan fisik, membantu persiapan persalinan, serta mendukung kesehatan mental ibu hamil. Manfaat Prenatal YogaBeberapa manfaat prenatal yoga bagi ibu hamil antara lain: Mengurangi nyeri punggung bawah dan nyeri panggul. Mengurangi kram kaki dan memperbaiki kualitas tidur. Meningkatkan fleksibilitas dan keseimbangan tubuh. Mengurangi stres dan kecemasan. Meningkatkan relaksasi dan rasa percaya diri dalam menghadapi persalinan. Dengan mengenali tanda bahaya kehamilan dan rutin melakukan aktivitas sehat seperti prenatal yoga, ibu hamil dapat menjaga kesehatan diri dan janin sehingga proses kehamilan hingga persalinan dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.
Gunungan Persembahan, Wujud Syukur dan Pelayanan: RS Santa Elisabeth Ganjuran Meriahkan Parahagyan HKTY 2026
Suasana penuh sukacita dan kebersamaan mewarnai Perayaan Parahagyan Hati Kudus Tuhan Yesus (HKTY) Ganjuran pada Minggu, 21 Juni 2026. Dalam perayaan iman yang menjadi tradisi tahunan ini, RS Santa Elisabeth Ganjuran turut ambil bagian dengan mempersembahkan sebuah gunungan sebagai simbol rasa syukur, persatuan, dan semangat berbagi kepada sesama. image.png 497.16 KBSelain mempersembahkan gunungan, RS Santa Elisabeth Ganjuran juga memberikan dukungan pelayanan kesehatan melalui tim Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) yang siaga selama rangkaian kegiatan berlangsung. Keterlibatan RS Santa Elisabeth Ganjuran merupakan wujud nyata semangat pelayanan dan kepedulian kepada sesama. Tim P3K hadir untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi para peziarah dan umat yang mengikuti rangkaian kegiatan, sehingga perayaan dapat berlangsung dengan aman dan nyaman. Partisipasi ini menjadi wujud nyata komitmen RS Santa Elisabeth Ganjuran untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya melalui pelayanan kesehatan, tetapi juga melalui keterlibatan dalam kegiatan iman, budaya, dan sosial kemasyarakatan. Semoga semangat kasih Hati Kudus Tuhan Yesus senantiasa menginspirasi kita untuk terus berbagi, melayani, dan menjadi berkat bagi sesama.https://www.instagram.com/reel/DZ4IGG7PTW9/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA==-PKRS-
Sebagai upaya meningkatkan kesehatan ibu dan bayi serta mendukung penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB), Puskesmas Pundong bekerja sama dengan Rumah Sakit Santa Elisabeth Ganjuran menyelenggarakan kegiatan Senam Ibu Hamil (Prenatal Yoga) pada Sabtu, 13 Juni 2026, di Balai Rehabilitasi Terpadu Penyandang Disabilitas (BRTPD).Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 45 ibu hamil ini dipandu oleh dua instruktur dari RS Santa Elisabeth Ganjuran. Melalui gerakan peregangan, latihan pernapasan, dan relaksasi, para peserta diajak untuk mempersiapkan diri menghadapi persalinan dengan lebih sehat, nyaman, dan percaya diri.Kegiatan prenatal yoga ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental ibu hamil, membantu mengurangi ketidaknyamanan selama kehamilan, serta mempersiapkan ibu menghadapi proses persalinan dengan lebih optimal. Diharapkan melalui kegiatan ini, para ibu dapat menjalani kehamilan yang sehat dan siap menghadapi persalinan, sehingga turut mendukung upaya penurunan AKI dan AKB di wilayah Kapanewon Pundong.Semangat dan antusiasme para peserta menjadi bukti bahwa upaya promotif dan preventif melalui kegiatan prenatal yoga memiliki peran penting dalam meningkatkan kesehatan ibu dan bayi serta mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas.
